Selamat Datang di Web Resmi SDSK Marie Joseph Pontianak

Apa Resep Hidup Anda? Mari Belajar dari Kisah Cinderella

Apa resep hidup Anda? Pedoman apa yang Anda pegang sebagai prinsip yang menjiwai perjalanan hidup Anda? Menghadapi setiap tantangan hidup, senjata apa yang akan Anda pakai? Jika kita dihadapkan pada pertanyaan demikian, kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Setiap orang, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa pasti memiliki jawaban yang berbeda. Prinsip hidup memang penting. Sebagaimana sebuah makanan lezat dihasilkan lewat resep rahasia, demikian juga hidup perlu memiliki ‘resep rahasia’ yang disebut prinsip hidup.

Salah satu jawaban pertanyaan di atas dapat kita temukan dalam film Cinderella. Kisah Cinderella tidak lagi asing bagi kita. Dalam film “Cinderella” yang dirilis baru-baru ini, ada sepenggal dialog anatara Cinderella dan ibunya. Ketika ibunya sakit dan hampir meninggal, ibunya memanggil Cinderella dan berpesan: “AKU INGIN MEMBERITAHUMU SEBUAH RAHASIA, YANG AKAN MEMBANTUMU MELEWATI SEMUA TANTANGAN KEHIDUPAN. KAU HARUS BERANI DAN BAIK HATI. KAU PUNYA KEBERANIAN DI JARI KECILMU, DIBANDING YANG DIMILIKI ORANG LAIN DI SELURUH TUBUHNYA. DIMANA ADA KELEMAHLEMBUTAN, DISITU ADA KEBAIKAN. DMANA ADA KEBAIKAN, DISITU ADA KEAJAIBAN….”

Pesan ibunyalah yang menjadi ‘resep’ hidup Cinderella. Bersikaplah berani dan baik hati. Kalimat ini kerap diulang dalam dialog bak menjadi mantra. Cinderella sungguh berbaik hati terhadap 4 ekor tikus piaraannya. Ia juga berbaik hati terhadap para pelayan di rumahnya. Ia juga berbaik hati terhadap binatang peliharaannya di kandang. Ia juga berbaik hati menyelamatkan seekor rusa dari kejaran para pemburu. Bahkan, ia berbaik hati terhadap ibu tiri dan kedua saudara tirinya.

Kebaikan hati kadang perlu pengorbanan. Orang tua Ella meninggal dunia, meninggalkan Ella kecil yang baik hati. Keberanian dalam diri Ella tidak membuatnya terlarut dalam kesedihan. Ia berbuat baik kepada siapa saja, termasuk kepada ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Kebaikan hatinya terhadap ibu dan kedua saudara tirinya justru dibalas dengan kekejaman mereka. Ella justru dijadikan pembantu dirumahnya sendiri. Ia harus memasak, mengepel lantai, mencuci dan melakukan segala hal yang seharusnya dilakukan para pembantu. Cinderella bahkan dikurung di gudang dan tidak diijinkan pergi ketika Pangeran mengundang semua gadis untuk mengikuti acara dansa di istana.

Dimana ada Kebaikan, disitu ada Keajaiban. Kebaikan hati Cinderella justru menjadi keajaiban. Seorang peri datang menolong Cinderella. Cinderella diubah menjadi seorang putri yang sangat cantik. Gaun ibunya yang lusuh, disulap menjadi gaun biru yang indah. Ia pun dihadiahi sepatu kaca. Cinderella pun pergi ke pesta dansa dan sang pangeran jatuh cinta padanya. Kisah hidup Cinderella yang baik hati namun mengalami perlakuan tidak adil itu akhirnya berakhir bahagia. Cinderella akhirnya menikah dengan sang pangeran.

Film Cinderella yang diangkat oleh Walt Disney ke layar lebar telah menunjukan kepada kita sebuah nilai moral yang sangat berharga. Di tengah banyaknya ketidakadilan, kekerasan serta keserakahan, KEBAIKAN akan selalu menang. Meski tampaknya mustahil, KEBAIKAN HATI justru mengubah hidup seseorang secara perlahan.

Inilah tantangan konkrit pendidikan kita zaman ini. Indonesia sekarang ini sedang menghadapi banyak ketidakadilan dan kejahatan. Korupsi, kolusi, nepotisme, kekerasan, penindasan, kecurangan serta terorisme seakan menjadi sebuah hal yang sudah biasa. Kekuasaan membuat orang berusaha memenuhi kepentingan diri sendiri dengan merampas hak hidup orang lain. Bahkan, ada orang yang dengan sengaja mau menghancurkan hidup seseorang melalui narkoba, terorisme serta penyebaran ajaran-ajaran sesat. Orang seakan lupa bahwa kewajiban setiap manusia adalah menghayati dan mengamalkan kebaikan. Parahnya lagi, ketika seorang berjuang demi kebaikan dan keadilan, ia justru dikucilkan, ditolak, dimusuhi, serta dihancurkan.

Dalam konteks pendidikan, tugas pokok seorang pendidik, di samping peran orang tua, adalah membentuk karakter anak yang berani dan baik hati seperti Cinderella. Kisah Cinderella hanyalah sebuah dongeng, namun keberanian dan kebaikan hati merupakan prinsip hidup yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk karakter ‘berani dan baik hati’ perlu dilakukan sejak dini.

Keberanian dibutuhkan ketika anak harus memutuskan sesuatu:  berani menolak ‘keburukan’, berani memperjuangkan ‘kebaikan’. Karakter berani juga dibutuhkan ketika seorang anak mengalami kegagalan. Ia berani menerima kegagalannnya, sekaligus berani untuk memperbaikinya. Dalam proses belajar mengajar di kelas, keberanian perlu ditanamkan dalam diri anak untuk berani mengeluarkan pendapat, berani bertanya, berani berekperimen, berani tampil mengeluarkan kreatifitasnya.

Keberanian perlu dilengkapi dengan karakter “Kebaikan hati”. Kebaikan hati ditunjukan lewat sikap hormat terhadap orang tua, guru, serta teman-teman sekelas atau siapa saja yang ia temui di lingkungan masyarakat. Kebaikan hati juga tercermin dalam sikap saling menolong dan membantu orang yang mengalami kesusahan. Bahkan, dalam situasi ekstrim, misalanya ketika diperlakukan tidak adil, anak perlu diajarkan memiliki sikap memaafkan. Pengorbanan yang dilandasi kebaikan hati dapat mengubah dendam menjadi kasih sayang.

Jadi, apa resep hidup Anda? Belajarlah dari Cinderella: Berani dan Baik Hati. Dimana ada kebaikan, disitu ada Keajaiban.***RMJ

Pengirim : 

Share this post :

Posting Komentar

Pendaftaran siswa baru dapat menghubungi Telp. (0561)745-134; Sdr. Fransesco A.R.,OFS: 0852-4987-7227; Sr. Maria Mediatrix,KFS: 0812-5065-0022; Sdr. Emanuel Hongky Hadianto, OFS: 0853-4502-3001

IG: @sdmariejosephpnk

Arsip Blog

Dindikptk


Statistik Blog

KIRIMAN SEBELUMNYA

 
Support : Fransesco Agnes Ranubaya,S.Kom. | Facebook | SD Marie Joseph Pnk
Copyright © 2015. SD Marie Joseph Pontianak - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Fransesco Agnes Ranubaya,S.Kom.
Proudly powered by Blogger