Selamat Datang di Web Resmi SDSK Marie Joseph Pontianak

Pemberkatan Kids Outbound, Restoran dan Tohomart di Pak Kadu

Pagi yang sangat cerah menghiasi cuaca kota Pontianak. Pada pukul enam pagi, para guru, staff KB dan TK Marie Joseph bersama rombongan perwakilan orang tua murid berkumpul bersama untuk bertolak dari Pontianak menuju daerah Pak Kadu, Toho. Transportasi yang digunakan adalah bus merah milik Pemda Pontianak yang sejak dahulu rutin menjadi transportasi yang diajukan untuk mengangkut rombongan Sekolah Marie Joseph Pontianak dalam melaksanakan aktivitas kunjungan ke luar kota. Penulis bersama para guru dari Sekolah Dasar Marie Joseph menjadi perwakilan dalam kunjungan ke Pak Kadu tersebut. Namun rombongan kami memilih untuk menggunakan sepeda motor untuk menghindari kemacetan karena pada sore harinya, penulis akan melaksanakan ujian akhir semester di kampus.

Kunjungan ke Pak Kadu Toho ini dalam rangka pemberkatan area Kids Outbound, restoran dan Tohomart yang telah dibangun sejak Januari lalu. Dewan Pimpinan Umum dari Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) melihat bahwa pembangunan beberapa fasilitas yang ada di Goa Maria Ratu Toho tersebut sangat dibutuhkan mengingat semakin hari peziarah di daerah yang dikenal sebagai Spoleto oleh pihak Kongregasi tersebut semakin ramai dikunjungi. Warung atau toko masih sangat jarang ditemukan karena untuk memperoleh cemilan, orang harus terlebih dahulu ke kota untuk menjadi bekal saat berkunjung ziarah. Ide untuk membangun area outbound tersebut merupakan salah satu jawaban banyak pihak yang mencari tempat outbound atau sarana pembelajaran di luar yang sangat dibutuhkan. Fasilitas tersebut terlihat seperti bidang komersial, namun sesungguhnya tidaklah demikian. Sarana-sarana tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di sekitar Pak Kadu untuk memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau seperti yang ditawarkan di Tohomart. Berbicara tentang pemberkatan, Pastor yang dipilih adalah Paulus Kota, OFMCap yang telah terbiasa memberkati area-area perziarahan. 
Dalam homili, Pastor Paulus mengatakan bahwa ada pelayanan yang bersifat sosial dan ada yang bersifat komersial tetapi semua itu harus dimanage secara baik dan benar. Team dan karyawan harus bekerja dengan baik. Secara ilmu ekonomi, segala pembangunan memang harus diperhitungkan namun jangan untuk kepentingan usaha pribadi tetapi untuk kepentingan orang banyak. Pelayanan harusnya menjangkau semua orang dari menengah ke bawah. Sarana-sarana tersebut harus mendukung semua orang tanpa terkecuali. Dalam bacaan hari ini, yang membangun rumah itu adalah Tuhan, Tuhan yang membangun maka manusia yang mengurusnya. Kalau rumah kita tidak layak, artinya maksud dari pendirian bangunan tersebut bukan atas dasar Tuhan tetapi atas dirinya sendiri, atas pribadinya sendiri. Tuhan telah memberikan segalanya untuk dipelihara, bukan dirusaki. Beliau berharap, dengan adanya fasilitas-fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat wisata rohani, tetapi juga tempat refreshing bagi orang yang ingin beristirahat dari kelelahan selama perjalanan. Perkembangan jalan raya sudah semakin lancar, setiap orang sudah memiliki banyak kendaraan sehingga akan banyak orang-orang akan singgah untuk melepas lelah di tempat yang dirintis oleh suster KFS ini. Tidak lupa beliau juga menyerukan akan persiapan hati kita untuk menyambut Kristus yang kelahirannya dirayakan pada hari Natal nanti.

Setelah homili, Pastor Paulus kemudian memberkati garam dan air untuk memerciki seluruh kawasan outbound, Toko Tohomart dan Restoran. Sambil diiringi lagu, pastor dan beberapa suster yang menyertai pergi mengitari seluruh area dengan membawa air kudus. Pemercikan dimulai dari Toko Tohomart, dilanjutkan di bagian restoran hingga beberapa serambi dan seluruh area yang telah dibangun. Umat mendaraskan doa ‘Salam Maria’ seraya mengiringi pemercikan oleh Pastor Paulus.  Perlu diketahui, area Pak Kadu ini merupakan daerah yang dulunya keramat. Namun setelah suster KFS mendirikan gua Maria dan disulap menjadi tempat perziarahan yang kudus. Dengan dilaksanakannya pemberkatan, setiap tempat dikuduskan dan menjadi layak sebagai tempat pelayanan umum. 

Sebelum misa ditutup dengan berkat penutup, wakil Dewan Pimpinan Umum suster KFS memberikan beberapa patah kata yang perlu disampaikan kepada para umat yang hadir. Rancangan-Mu, bukanlah rancangan-Mu demikian Sr. M. Sylvia,KFS memberikan kata pembukaan. Banyak terjadi pergeseran rencana salah satunya adalah para Pramuka yang menggunakan tempat untuk camping di area Outbound harus dipindahkan ke kapel karena turun hujan yang sangat lebat sehingga tenda dan segalanya isinya basah diguyur hujan deras. Kendala lainnya adalah ketidakhadiran organis dan dirigent yang harusnya bertugas namun Sr. M. Lorentine KFS bersama sdr. Kiki dapat mengatasi masalah ini dengan menggantikannya. Sr. M. Sylvia, KFS yang terkenal kocak dan jenaka sempat memuji Pastor Paulus Kota, OFMCap yang membawa alat perlengkapan sendiri jauh-jauh dari rumah ke Toho. Sempat ditanyakan, mengapa harus Toko dan Restoran. 

Dalam kata pengantar tersebut, Sr. Sylvia mengatakan bahwa tempat tersebut merupakan tempat yang akan dikembangkan sampai Goa Maria Ratu Toho yang berada di seberang selesai dibangun. Tanaman-tanaman yang ada di area tersebut sempat mati akibat pergantian musim baik kemarau dan hujan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik sehingga ramah lingkungan. “Kalau mau tahu bagaimana pupuk organik, silakan ke belakang rumah kami, baunya luar biasa,” tutur beliau sembari disambut tawa dari umat. Rencana selanjutnya, kawasan tersebut akan dibuat rumah Khalwat atau Rumah Retret pada bulan Januari 2016. Selain itu, akan dibangun pula camping ground dan outbound untuk orang dewasa yang rencananya akan dibangun di belakang rumah suster KFS di Spoleto tersebut. “Sementara yang kita bangun ini adalah Kids outbound,”tuturnya. Rencana jangka panjang, tempat ini akan digunakan untuk studi pembelajaran mengenai tanaman dan hewan. Jika kita bertolak ke belakang, kita akan menemukan beberapa hewan seperti ayam kalkun, burung hantu, ayam katai, babi, kukang, angsa, katak, kura-kura dan lain-lain. Donatur dari pembangunan ini, Bapak Iskandar Widjaja adalah seorang pengusaha, maka ia mengusulkan dengan dibuatnya restoran dan toko diharapkan dapat membantu pendanaan dalam merawat fasilitas yang ada. Namun tidak melulu sebagai bisnis, contohnya harga barang di toko Tohomart sama persis harganya dengan barang yang ada di Pinyuh. “Telur yang ada di toko kami jual dengan harga seribu lima ratus rupiah,” katanya. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar yang notabene kesulitan dalam hal ekonomi untuk mendapatkan kebutuhan pokok mereka. Di area Spoleto ini, juga disediakan pondok-pondok kecil sehingga diperkenankan bagi pengendara truck yang ingin beristirahat di pondok tersebut. 

Turut hadir pula Bapak Suhardjo, Kepala Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata. Beliau mengapresiasi tempat yang telah dibangun suster KFS tersebut. Beliau mengharapkan agar tempat yang telah dibangun tersebut dapat menjadi cagar wisata agro dan juga wisata rohani. Beliau juga akan mengusahakan kepada pemerintah untuk memasang rambu-rambu atau warning mengingat sering terjadinya laka (kecelakaan lalu lintas). Tidak hanya itu, beberapa tempat wisata Rohani seperti Goa Maria Anjongan, Goa Maria Bernadetha Toho termasuk Goa Maria Ratu Toho akan diperhatikan komunitas-komunitas masyarakat yang menjual pernik-pernik rohani perlu mendapatkan sentuhan. “Ke depan, Kami akan memprogramkan kegiatan di Goa Maria Ratu Toho,” imbuhnya. Proposal yang sudah diajukan oleh suster KFS telah diterima dinas dan akan diteruskan kepada DPR Dapil I Toho untuk memperjuangkan tempat ini. “Walaupun kita minoritas, kita harus berkualitas,”tambahnya. 

Selesai acara tersebut, umat dan hadirin undangan dipersilakan untuk menyantap makanan yang sudah disediakan dan acara bebas. Makanan yang disediakan berasal dari alam. Salah satunya adalah sayur pakis dan rebung. Undangan, para orang tua murid, dan anak-anak yang hadir di Spoleto sangat senang dengan pelayanan yang disediakan. Beberapa anak sudah mencoba Kid Outbound yang tersedia. Sr. M. Olympia, KFS selaku kepala KB dan TK Marie Joseph mengajak anak-anak untuk mencoba Kid Outbound seusai santap siang. Mereka berlomba melewati setiap rintangan dan dengan cekatan melewatinya. Mereka merangkak, memanjat, melompat, meniti balok, masuk dalam lorong dan terjun ke dalam kolam dengan beraninya. Meskipun cuaca sempat hujan kemudian panas terik, semua orang menikmati alam dengan penuh sukacita. Hingga tidak terasa, pukul dua siang kami bersiap-siap untuk kembali ke Pontianak. Area Outbound, Tohomart dan Restorannya adalah tempat yang dikembangkan untuk mendukung pelayanan sosial. Hal ini banyak membantu banyak pihak, baik masyarakat sekitar dan peziarah untuk beristirahat sejenak. Semoga karya ini semakin maju dan berkembang, sehingga Allah dipermuliakan melalui tempat perziarahan ini. (Sdr. Fransesco Agnes Ranubaya,OFS) 

Share this post :

Posting Komentar

Pendaftaran siswa baru dapat menghubungi Telp. (0561)745-134; Sdr. Fransesco A.R.,OFS: 0852-4987-7227; Sr. Maria Mediatrix,KFS: 0812-5065-0022; Sdr. Emanuel Hongky Hadianto, OFS: 0853-4502-3001

IG: @sdmariejosephpnk

Arsip Blog

Dindikptk


Statistik Blog

KIRIMAN SEBELUMNYA

 
Support : Fransesco Agnes Ranubaya,S.Kom. | Facebook | SD Marie Joseph Pnk
Copyright © 2015. SD Marie Joseph Pontianak - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Fransesco Agnes Ranubaya,S.Kom.
Proudly powered by Blogger